Maskne: Jerawat di Area Wajah yang Tertutup Masker

#UNALAyouth

Oleh: Maulidya Risne Andini


Beraktivitas di masa new normal, bukan berarti kita mengabaikan protokol kesehatan. Sebaliknya, new normal merupakan adaptasi kebiasaan baru di mana kita dapat beraktivitas seperti biasa namun dengan mematuhi protokol kesehatan, salah satunya dengan menggunakan masker.

Ngomongin tentang masker, ternyata banyak yang mengeluhkan tentang jerawat yang timbul di area atau bagian yang tertutup masker, biasanya muncul di dagu, rahang bawah, hidung, dan pipi. Sobat UNALA mengalami juga, nggak? Kok bisa terjadi?

Maskne, Apa Itu?

Jerawat atau acne vulgaris merupakan kondisi kulit yang ditandai dengan sumbatan dan peradangan yang melibatkan folikel rambut dan kelenjar sebasea. Jerawat tersebut belakangan populer disebut sebagai maskne yang berasal dari kata mask yang berarti masker, dan juga acne atau jerawat.

Maskne ini rentan dialami oleh teman-teman yang sudah lebih dulu mempunyai masalah kulit berikut:

  • Rosacea

Rosacea adalah suatu kondisi yang menyebabkan benjolan kemerahan dan biasanya kecil, merah, dan berisi nanah di wajah. Terkadang orang keliru menganggapnya jerawat atau kondisi kulit lainnya. Gejala utama berupa wajah kemerahan dengan benjolan merah bengkak dan pembuluh darah yang terlihat kecil.

  • Jerawat

Teman-teman yang mempunyai kulit acne-prone atau cenderung berjerawat akibat produksi minyak yang berlebih lebih rentan terkena maskne.

  • Dermatitis Atopik

Dermatitis atopik atau juga dikenal sebagai eksim biasanya terjadi pada anak usia dini dan lebih sering terjadi pada orang yang memiliki riwayat kondisi ini di keluarganya. Gejala utamanya adalah ruam yang biasanya muncul pada lengan dan belakang lutut, tetapi juga dapat muncul di mana saja.

  • Sensitivitas Terhadap Udara Lembab atau Kering

Menggunakan masker dalam waktu yang lama membuat udara di bagian yang tertutup masker menjadi lembab, terkadang juga terjadi gesekan antara kulit dengan masker sehingga kulit menjadi kering. Kondisi ini dapat memicu maskne bagi teman-teman yang sensitif terhadap udara yang lembab atau kering.

  • Alergi

Kulit di sekitar hidung, mulut, dan dagu – tempat yang ditutupi oleh masker – sangat sensitif. Bisa jadi kulit kita alergi dengan bahan dari kain, pewangi ataupun sabun pembersih yang masih tersisa pada masker.

Nah, itulah faktor-faktor pemicu terjadinya maskne selama masa new normal seperti sekarang. Gimana cara mengatasinya? Nantikan #UNALAtips hanya di website UNALA, ya!

Buat sobat yang pengen tahu lebih banyak seputar maskne langsung dari ahlinya, jangan ragu berkonsultasi dengan dokter mitra UNALA, boleh datang langsung ke klinik ataupun konsultasi online via WhatsApp, sosmed, ataupun zoom dan meet. GRATIS!


Sumber:

“kamus – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.” https://www.kemkes.go.id/folder/view/full-content/structure-kamus.html.

 “Coronavirus: Tips to Avoid “Maskne” Skin Irritation | Johns Hopkins Medicine.” 3 Aug. 2020, https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/coronavirus/coronavirus-tips-to-avoid-maskne-skin-irritation.