Pemeriksaan HIV

#UNALAqna

Oleh: Maulidya Risne Andini


Tertarik belajar tentang kesehatan reproduksi, tetapi ada bagian yang kurang dipahami. Mau nanya takutnya malah dihakimi macam-macam. Nah, mending tanyain langsung ke dokter mitra UNALA, yuk!

Bersama dokter mitra UNALA, teman-teman dapat bertanya tanpa takut dihakimi dan tentunya penjelasannya mudah dipahami, lho!

Remaja:

Dok, saya mulai tertarik belajar tentang HIV/AIDS, tetapi saya kurang mengerti tentang PrEP dan VCT. Mungkin dokter berkenan menjelaskannya secara lebih sederhana. Terima kasih 🙂

Lucia SR:

PrEP (Pre-Exposure Prophylaxis) adalah metode pencegahan HIV yang efektif dan dapat dikombinasikan dengan kondom atau metode pencegahan lainnya untuk memberikan perlindungan yang lebih maksimal. Penting untuk diingat, orang-orang yang mengonsumsi PrEP harus berkomitmen untuk minum obat setiap hari dan melakukan pemeriksaan berkala tiap tiga bulan di fasilitas kesehatan seperti VCT (Voluntary Counseling and Testing).

VCT memiliki kelemahan, karena antibodi HIV baru terbentuk 6 minggu–3 bulan pasca-terinfeksi. Jadi, ada saat ketika sebetulnya seseorang sudah terinfeksi HIV, tapi tubuhnya belum memproduksi antibodi HIV. Nah, periode ini disebut masa jendela (window period). Pada periode ini, seorang yang sudah terinfeksi HIV akan menghasilkan hasil negatif saat tes darah karena memang antibodi HIV yang merupakan (salah satu) tolak ukur keberadaan HIV belum terbentuk.Untuk lebih jelasnya kamu bisa datang ke klinik Edelweiss RS Sardjito.