HIV & AIDS dan Infeksi Menular Seksual (IMS) yang Penting Kita Tahu!

#UNALAcare

Oleh: Maulidia Risne Andini


Membekali diri kita dengan pengetahuan tentang IMS dan HIV/AIDS penting banget agar kita dapat menghindari perilaku-perilaku berisiko terhadap kesehatan kita sendiri.

Selain itu, dengan mengetahui dengan menyeluruh maka kita akan terbebas dari stigma terhadap orang lain, misalnya kita nggak akan lagi takut berjabat tangan dengan ODHA karena sudah tahu bahwa HIV tidak ditularkan melalui kontak fisik sehari-hari.

Nah, apa aja sih serba-serbi tentang HIV/AIDS dan IMS? Yuk, simak ulasan lengkapnya!

Infeksi Menular Seksual

Infeksi menular seksual adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri atau virus melalui aktivitas seksual. Beberapa jenis IMS yang umum ditemui yaitu:

  1. Raja Singa
  2. Hepatitis B
  3. Hepatitis D
  4. Herpes
  5. Klamidia
  6. Jengger Ayam
  7. Gonore

Selain IMS di atas, aktivitas seksual berisiko juga bisa menularkan virus HPV (Human Papiloma Virus) yang menyebabkan kanker leher rahim (serviks) pada perempuan dan kanker anus pada laki-laki. Hampir sebagian besar IMS yang disebabkan oleh infeksi bakteri dapat diobati dengan pemberian antibiotik yang tersedia di fasilitas kesehatan, tetapi IMS yang disebabkan oleh virus (seperti herpes) dapat terjadi berulang kali tapi juga dapat ditangani dengan pengobatan. Jika memiliki gejala IMS, sebaiknya tidak perlu malu untuk datang ke fasilitas kesehatan karena sebagian besar kasus IMS dapat diobati dengan mudah dan risiko penyebarannya dapat ditekan.

Satu-satunya cara untuk mencegah IMS pada remaja perempuan dan laki-laki adalah dengan tidak melakukan hubungan seksual sebelum menikah, dan untuk pasangan yang sudah menikah, selalu setia pada pasangan dan mempraktekan perilaku seksual yang aman.

HIV dan AIDS

HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Hal ini terjadi ketika virus ini memasuki tubuh dan mengendalikan sel darah putih, yaitu sel yang membantu sistem kekebalan tubuh yang melindungi kita dari kuman dan virus yang membuatmu sakit.

Tubuh yang sehat memiliki milyaran sel darah putih, tetapi ketika HIV memasuki tubuh kita, virus ini mengendalikannya, melemahkan, dan akhirnya membunuh sel darah putih. Ia kemudian menggunakan sel itu untuk mereplikasi dirinya sendiri, membiarkannya tumbuh dan menyebar ke seluruh tubuh. Jika dibiarkan tidak diobati, HIV pada akhirnya dapat membuat tubuh terlalu lemah untuk melindungi tubuh dari penyakit yang biasanya mudah diobati.

HIV adalah virus yang menyebabkan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome). AIDS bukanlah penyakit itu sendiri, melainkan keadaan di mana sistem kekebalan tubuh “kurang”, dan tidak dapat lagi memenuhi perannya memerangi infeksi dan penyakit.

Untuk seseorang dengan AIDS, terkena penyakit dan infeksi kecil bisa sangat serius, bahkan mematikan. Seseorang dianggap menderita AIDS ketika jumlah sel darah putihnya turun di bawah 200 atau ketika mereka mengembangkan penyakit terkait HIV seperti TB (Tuberkulosis), malaria, pneumonia, atau jenis kanker tertentu (seperti kanker serviks).

HIV dan AIDS adalah penyakit dengan tingkat penyebaran yang relatif tinggi di kalangan remaja. Jika pada awalnya epidemi HIV di Indonesia terkonsentrasi di sejumlah populasi kunci, dalam beberapa tahun terakhir, tren penularan bergeser ke populasi yang lebih muda.

Tidak ada status penyembuhan untuk HIV atau AIDS, namun pengobatan tersedia dan dapat efektif jika virus didiagnosis lebih awal. Perawatan terdiri dari obat harian yang disebut Antiretroviral Therapy (ART). ART bekerja dengan menekan HIV di dalam tubuh agar tidak bertambah banyak dan orang dengan HIV/AIDS (ODHA) dapat hidup normal dan produktif seperti halnya orang tanpa HIV. Meskipun demikian, orang dengan HIV rentan terhadap stigma dan diskriminasi, karena pandangan umum tetapi tidak benar bahwa orang yang tertular HIV adalah amoral dan berdosa.

Gimana cara mengetahui HIV atau tidak?

Infeksi HIV tidak dapat disimpulkan dengan penampilan. Banyak orang yang hidup dengan HIV tidak memiliki gejala. Orang perlu dites HIV melalui tes darah di laboratorium.

Gejala AIDS adalah gejala yang berhubungan dengan penyakit apa pun yang berhubungan dengan AIDS yang diderita seseorang. Jika seseorang dengan AIDS terinfeksi TB, gejalanya akan menjadi gejala TB yang khas. Hal yang sama berlaku untuk penyakit terkait AIDS lainnya, seperti malaria, pneumonia, jenis kanker tertentu dan infeksi jamur.

Bagaimana HIV ditularkan?

HIV ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui cairan tubuh tertentu termasuk darah, air mani, cairan vagina dan air susu ibu (ASI). Oleh karena itu, penularan HIV dapat terjadi dengan cara berikut:

  • Melakukan hubungan seks yang tidak aman/tanpa kondom dengan seseorang yang positif HIV.
  • Berbagi jarum yang digunakan untuk menyuntikkan narkoba dengan seseorang yang positif HIV.
  • Bayi bisa mendapatkan HIV dari ibu mereka sebelum atau selama kelahiran atau melalui proses menyusui.

Penting untuk diingat bahwa HIV tidak ditularkan melalui cara berikut:

  • HIV tidak ditularkan dari kontak fisik biasa di rumah, kantor, sekolah, dan tempat umum lainnya.
  • Memeluk atau mencium seseorang yang HIV positif tidak menular karena HIV tidak ditemukan dalam air liur.
  • HIV juga tidak ditularkan dari makan dan minum yang sama dengan seseorang yang positif HIV.
  • Kamu tidak bisa mendapatkan HIV dari berjabatan tangan atau bersentuhan dengan seseorang yang HIV positif.
  • HIV juga tidak ditularkan dari penularan tidak langsung seperti gigitan serangga, batuk, bersin, dan toilet umum.

Nah, itulah serba-serbi HIV/AIDS yang penting buat kita tahu. Kalau kamu punya pertanyaan atau ingin konsultasi lebih lanjut, jangan sungkan ditanyain ke dokter mitra UNALA karena dokternya ramah dan nggak bakal menghakimi kamu!