Mengenal Gizi Seimbang!

#UNALAcare

Oleh: Maulidya Risne Andini


Asupan gizi yang optimal, baik dalam hal kuantitas maupun kualitas, sangat penting untuk pertumbuhan serta perkembangan yang optimal. Terlebih lagi dengan gizi seimbang kita dapat meningkatkan imunitas tubuh di tengah masa new normal, lho!

Apa itu Gizi Seimbang

Gizi seimbang adalah susunan pangan sehari-hari yang mengandung zat gizi dalam jenis dan

jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh. Asupan gizi yang optimal, baik dalam hal kuantitas maupun kualitas, sangat penting untuk pertumbuhan serta perkembangan yang optimal. Untuk itu, pola makan kita perlu ditingkatkan ke arah konsumsi gizi seimbang.

Ada beberapa hal yang perlu kita ketahui untuk mengenal gizi seimbang, diantaranya adalah 4 pilar gizi seimbang serta 10 pesan gizi seimbang empat pilar gizi seimbang.

4 Pilar Gizi Seimbang

  • Pilar 1: Mengkonsumsi aneka ragam pangan

Konsumsi aneka ragam pangan sangat penting karena tidak ada satupun jenis bahan pangan yang mengandung semua jenis zat gizi yang dibutuhkan tubuh untuk tetap sehat, kecuali Air Susu Ibu (ASI). ASI mengandung semua zat gizi yang dibutuhkan tubuh, tapi hanya untuk bayi baru lahir sampai berusia 6 bulan. Selain itu, di dalam tubuh terjadi interaksi antar zat gizi, misalnya zat gizi tertentu memerlukan zat gizi yang lainnya untuk dapat diedarkan atau dicerna oleh tubuh. Misalnya, pencernaan karbohidrat, lemak, dan protein memerlukan vitamin B yang dapat ditemukan pada sayuran berdaun hijau.

  • Pilar 2: Membiasakan perilaku hidup bersih

Hidup bersih mengurangi risiko terkena penyakit infeksi, yang nantinya dapat mempengaruhi status gizi kita. Saat kita sakit, zat gizi di dalam tubuh dipergunakan terutama untuk melawan penyakit tersebut, sehingga pertumbuhan dan perkembangan tubuh kita tidak optimal. Kebiasaan hidup bersih misalnya cuci tangan, menjaga kuku tetap pendek dan bersih, memakai alas kaki, dan menutup makanan dengan baik.

  • Pilar 3: Melakukan aktivitas fisik

Aktivitas fisik sangat penting untuk menjaga kebugaran dan meningkatkan fungsi jantung, paru dan otot, serta menurunkan risiko obesitas. Aktivitas fisik tidak harus selalu berupa olahraga, segala macam aktivitas seperti bermain juga termasuk dalam melakukan aktivitas fisik.

  • Pilar 4: Memantau berat badan secara teratur

Salah satu tanda keseimbangan zat gizi di dalam tubuh adalah tercapainya berat badan normal, yaitu berat badan yang sesuai untuk tinggi badan, yang biasa dikenal sebagai Indeks Massa Tubuh (IMT). Pada anak usia sekolah dan remaja, penentuan status gizi berdasarkan IMT harus disesuaikan dengan usianya. Dengan rutin memantau berat badan (dan tinggi badan), maka kita dapat mengetahui status gizi kita, dan mencegah atau melakukan tindakan penanganan bila berat badan menyimpang dari yang seharusnya.

10 Pesan Gizi Seimbang

Selain empat prinsip diatas, terdapat juga 10 Pesan Gizi Seimbang yang berlaku secara umum untuk berbagai lapisan masyarakat dalam kondisi sehat dan bertujuan untuk mempertahankan hidup sehat.

Berikut adalah sepuluh pesan gizi seimbang

  1. Biasakan mengonsumsi anekaragam makanan pokok
  2. Batasi konsumsi panganan manis, asin, dan berlemak
  3. Lakukan aktivitas fisik yang cukup dan pertahankan berat badan normal
  4. Biasakan mengonsumsi lauk pauk yang mengandung protein tinggi
  5. Cuci tangan pakai sabun dengan air bersih mengalir
  6. Biasakan sarapan setiap hari
  7. Banyak makan sayuran dan cukup buah-buahan
  8. Biasakan minum air putih yang cukup dan aman
  9. Biasakan membaca label pada kemasan pangan
  10. Syukuri dan nikmati aneka ragam makanan

Akibat Pola Makan yang Tidak Seimbang

Pola makan yang tidak seimbang dapat mengakibatkan kekurangan atau kelebihan zat gizi, seperti berikut:

Anemia

Anemia gizi besi (AGB) menyebabkan darah tidak mampu mengikat dan mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh yang ditandai dengan rendahnya kadar haemoglobin dalam sel darah merah (<12%). Hal ini terjadi kalau kamu kurang makan makanan yang kaya zat besi seperti hati, daging, telur, sayuran berwarna hijau, dan kacang-kacangan. Remaja perempuan lebih sering menderita BG dibandingkan remaja laki-laki karena mengalami menstruasi. Oleh karena itu, konsumsilah 1 tablet tambah darah (TTD) satu kali seminggu, atau satu kaplet sampai dari mulai dari hari pertama menstruasi.

Apabila oksigen yang diperlukan tidak mencukupi, maka akan terjadi gejala-gejala berikut:

  • Sulit berkonsentrasi
  • Aktivitas fisik menurun karena daya tahan fisik dan tubuh rendah sehingga mudah mengalami 5L, yaitu letih, lelah, lesu, lemah, dan lalai.
  • Mudah sakit

Obesitas

  • Berisiko mengalami berbagai penyakit degeneratif di usia dewasa seperti jantung, diabetes melitus, dan lain-lain.
  • Gangguan pertumbuhan tungkai kaki yang dapat menghambat aktivitas fisik.
  • Gangguan tidur
  • Gangguan pernapasan.

Nah, itulah 4 pilar dan 10 pesan gizi seimbang agar tubuh kita tetap sehat dan terhindar dari risiko obesitas dan anemia!


Sumber

Rachmi, Cut dkk (2019). Panduan untuk Siswa: Aksi Bergizi, Hidup Sehat Sejak Sekarang untuk Remaja Kekinian . Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Rapor Kesehatanku: Buku Informasi Kesehatan Peserta Didik Tingkat SMP/MTs dan SMA/SMK/MA. (2015). Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.