Menetapkan Batasan Pribadi untuk Hubungan yang Sehat

Banyak dari kita menginginkan relasi yang sehat bukan? Baik itu hubungan dalam relasi romantis maupun pertemanan. Salah satu pondasi untuk relasi yang sehat adalah menetapkan batasan diri (personal boundaries). Apa itu batasan diri? Batasan Diri atau personal boundaries adalah Batasan dan aturan yang ditetapkan diri sendiri dengan orang lain, bisa dengan teman, pasangan, anggota keluarga, rekan kerja dan masyarakat. Batasan ini dibuat agar kita bisa mengelola hidup lebih berkualitas, tidak selalu mengikuti permintaan orang lain yang betul-betul tidak kita inginkan atau kita butuhkan, misalnya.

Sering kah kamu mengalami ini?

  • Susah menolak permintaan orang lain karena takut berkata “Tidak”
  • Selalu berusaha memenuhi keinginan orang lain hanya untuk menghindari konflik
  • Mengikuti opini orang lain karena jika berbeda pendapat takut tidak diterima di lingkungan pertemanan tersebut

Inilah tanda-tanda kalau kamu belum punya batasan diri.

Meski demikian sebagian orang mungkin kesulitan menetapkan batasan yang sehat dalam hubungan. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya bisa jadi karena pengalaman buruk di masa lalu yang mengakibatkan sulit percaya dengan orang lain, rendahnya self-esteem, dan ketakutan berlebihan bahwa hubungan itu akan berakhir. 

Untuk itu kamu bisa mengikuti beberapa tips agar kamu bisa menetapkan hubungan dalam sebuah hubungan pertemanan:

  • Kenali Diri 

Pertama kamu harus kenali dirimu sendiri terlebih dahulu, kenali apa yang kamu anggap berharga, penting dan tak ingin di rusak oleh orang. Karena mengenali diri sendiri itu dapat membawa hal yang baik kepadamu, seperti mebawa rasa nyaman dan familiar dengan pribadimu, termasuk kepercayaan, emosi dan perasaanmu. Dan hal ini akan sangat membantu tentunya bila kamu ingin menetapkan batasan dengan orang lain. Sebab, kamu tahu apa saja yang bisa melukai hatimu dan kamu bisa memintanya untuk menghentikannya sehingga kamu merasa lebih nyaman dan pertemananmu akan tetap baik-baik saja.

  • Miliki rasa tanggungjawab pada diri sendiri

Ketahuilah, bahwa kamu adalah satu-satunya yang dapat menjaga dirimu sendiri. Oleh karena itu, kamu harus menjaga dirimu sendiri. Jangn biarkan orang lain bertindak semena-mena pada dirimu, kendati itu adalah sahabt baikmu sekalipun. Harus ada batasannya agar hubungan kalian tetap sehat dan tidak ada saling menyakiti ataupun tersakiti. Dan dengan memberitahu batasan tentang kamu ingin diperlakukan seperti apa kepada temanmu, itu sudah termasuk bahwa kamu bertanggung jawab atas dirimu sendiri, kamu peduli pada dirimu sediri.

  • Ketahui saat orang lain mulai melewati batas

Tentu tidak sulit untuk mengetahui seseorang yang sudah bertingkah di luar batas. Karena biasanya ini akan berdampak buruk padamu, entah itu melibatkan kekerasan verbal, non-verbal, atau mengacak-acak kondisi mentalmu dengan kalimatnya. Dan ketika kamu merasa hatimu tidak nyaman dengan perilaku orang tersebut, maka pilihlah untuk menjauh.  Karena semakin lama kamu mencoba untuk bertahan, maka semakin besar pula dampak buruk yang akan kamu rasakan. Ingat bahwa bukan tugasmu untuk mendapatkan cinta, atensi atau validasi dari mereka, dan itu hanya akan membuang-buang waktumu.

  • Ingatlah bahwa kamu punya hak untuk memilih

Kadang dalam kata pertemanan sering terjadi menjadi salah satu awal terjadinya kekerasan atau bullying, dimana seorang teman terkadang bisa saja melakukan perbuatan yang tidak baik kepada temannya yang lain, dan saat kamu merasa tersinggung kadang kata pertemana sering dijadikan alasan sebagai bahan candaan. “Kita kan teman, masak segitu aja kamu marah, aku hanya bercanda”. Akan tetapi faktanya hal yang dilakukan tetap saja melukaimu. Untuk itu, setiap orang berhak untuk mengambil keputusan dalam hidupnya. Apabila seseorang memperlakukanmu dengan salah, selalu menghinamu, maka kamu punya pilihan untuk meninggalkan mereka. Tidak perlu merasa sungkan dan enggan hanya karena mereka pernah sesekali berbuar baik padamu. Karena terkadang orang-orang Toxic sering memanifulasi pikiran partner dan temannya.

  • Tak perlu takut untuk kehilangan

Memang agaknya terasa sulit untuk kehilangan seorang teman, akan tetap coba kamu ingat-ingat, apa kamu merasa nyaman saat bersamanya? Apa kamu merasa tenang saat? Apa kamu merasa bahagia saat sedang bersamanya? Dan apa dia bisa mengerti perasaan kamu, seperti yang kamu lakukan padanya? Jika tidak, berarti dia bukan teman yang tepat untu kamu. Tidak mengapa mengucapkan selamat tinggal, demi menjalani hari-harimu dengan tenang. Itu jauh lebih baik dari pada kamu harus bertahan dalam sebuah hubungan pertemanan yang justeru membuat hari-harimu menjadi buruk dan menciptakan rasa tidak nyaman pada dirimu.