Baca Ini, Untuk Tahu Cara Mengatasi Overthinking

Banyak dari kita telah berusaha keras untuk berhenti khawatir atau berpikir dengan berlebihan, atau overthinking. Kita mencoba memilah-milah situasi untuk melihat apa yang bisa dilakukan atau menganalisis hal-hal kecil dari suatu peristiwa untuk mencari tahu apa artinya semua itu. Menurut Psikolog Klinis, Dr. Susan Nolen-Hoeksema, proses ini dinamakan ruminasi (rumination) atau perenungan, dan didefinisikan sebagai “cara untuk mengatasi mood yang negatif dengan perhatian yang berfokus pada diri sendiri” dan “fokus yang pasif dan berulang pada emosi negatif seseorang”.

 

Mereka yang melakukan ruminasi cukup sering, berisiko tinggi terhadap depresi, gangguan makan dan masalah kesehatan mental lainnya.

 

Berikut ini sembilan strategi dari Dr. Nolen-Hoeksema dan kawan-kawan yang dapat dilakukan untuk mengatasi Overthinking.

 

  • Ruminasi ≠ Menyelesaikan Masalah atau Membuat Perencanaan

Penyelesaian masalah dan membuat perencanaan, adalah startegi coping yang aktif, sementara ruminasi berkaitan dengan pemikiran berulang-ulang atau menganalisis situasi tanpa membuat aksi nyata atau resolusi. 

Tips: dengan menyadari bahwa kamu sedang melakukan ruminasi, setidaknya dapat membantumu untuk mengurangi Overthinking dan membawamu ke jalur yang berbeda.

 

  • Cari Distraksi

Dr. Edward Selby menyarankan untuk memilih secara spesifik aktivitas yang sangat engaging dan positif, sehingga dapat mengalihkan perhatian seseorang dari Overthinking. Contoh aktivitas tersebut meliputi: olahraga berat, mandi air hangat, mengerjakan teka-teki silang, memegang es batu, menonton film yang mengasyikkan, bermain game atau jenis aktivitas menyehatkan lainnya yang menurutmu bisa membantu.

 

  • Berhenti Bergulat dengan Pikiranmu

Jika kamu mengamati pikiran-pikiranmu tanpa menyalahkan/ menghakimi (contoh: anggaplah bahwa pikiranmu terhadap sesuatu berulang-ulang itu menarik, ketimbang menjadi frustasi karena kamu tidak bisa menghentikannya), mungkin akan membuatnya berkurang.

 

  • Jadwalkan Waktu Khusus untuk Merenung

Dengan sengaja meluangkan waktu khusus untuk merenung, misalnya selama 30 menit, maka kamu akan lebih fokus melakukan aktivitas lainnya.

 

  • Tuliskan Kekhawatiranmu

Kuncinya adalah, bahwa menulis diharapkan mendorong adanya tekad dan perasaan lega dari pada memberi kesempatan untuk terus merenungkan persoalan. Meski demikian, jika menulis justeru membuat situasi menjadi lebih buruk maka lebih baik coba cari lain untuk mengalihkannya.

 

  • Bicarakan dengan Seseorang

Berbagi cerita kepada orang terdekat seperti sahabat mungkin akan mengurangi ‘beban’ pikiranmu yang berlebihan dan kamu juga akan mendapatkan sudut pandang lain dari mereka. Namun, waspadai apabila perenungan bersama ini dilakukan dengan membicarakan kekhawatiran secara berlebihan, mengungkit-ungkit atau memprediksi masalah, dan hanya fokus pada perasaan negatif, maka ini dapat memperparah situasi.

 

  • Ciptakan Emosi Positif

Mungkin ini bagian yang sulit untuk dilakukan ketika terjebat pada siklus perenungan. Bila kamu dapat merasakan emosi positif dari aktivitas seperti membaca atau menonton sesuatu yang lucu, mendengarkan lagu yang ceria, meski hanya sesaat, ini mungkin bisa membantumu melihat persoalan dengan berbeda atau dengan cara yang lebih ringan.

 

Dari cara-cara mengatasi Overthinking di atas, semoga kamu terbantu untuk mengurangi atau berhenti overthinking. Namun jika kamu merasa stuck atau apa yang kamu alami mengarah pada gangguan dalam menjalani kehidupan sehari-hari, segera hubungi tenaga kesehatan profesional seperti psikolog untuk bantuan. Terkadang, pemikiran dan ingatan dapat membuat seseorang terus kembali pada pikirannya karena pengalaman yang traumatik. Nah, ini cukup berbeda dengan ruminasi atau perenungan yang berlebihan. Maka kamu membutuhkan tenaga profesional untuk mengatasi trauma tersebut.

 

Sumber: https://www.psychologytoday.com/us/blog/out-the-ivory-tower/201905/9-strategies-overcoming-overthinking